Fenomena alam di dunia ini memang terkadang tidak bisa diprediksi terjadinya. Ketika alam sudah menunjukkan kekuatanya maka banyak umat manusia yang terkena dampaknya.

Contohnya saja bencana alam tsunami. Bukan hanya sekali dua kali bumi kita mengalami nya. Bahkan banyak tsunami terbesar di dunia telah terjadi sepanjang sajarah.

Apa itu Tsunami?

Tsunami sendiri adalah diambil dari sebuah kata dalam bahasa Jepang yang memiliki makna gelombang tinggi di pelabuhan. Karena memang secara fakta tsunami kelihatan seperti gelombang yang tinggi ketika telah mencapai lautan yang dangkal.

Tsunami umumnya sering disebut gelombang pasang, padahal sebenarnya sangat berbeda. Karena tsunami sendiri tidak ada kaitannya dengan pengaruh gravitasi dari bulan dan matahari, melainkan tsunami sendiri merupakan pergerakan lempeng bumi yang berhamburan sehingga memicu energi bawah laut yang menyebabkan timbulnya gelombang besar.

Berbeda dengan pasang surut akibat gravitasi bulan dan matahari, atau pergerakan ombak karena pengaruh angin. Tsunami sendiri timbul biasanya karena gempa bawah laut, erupsi gunung berapi bawah laut maupun longsor di dasar laut, yang menciptakan energi luar biasa menimbulkan gelombang besar.

Tsunami terbesar di dunia sendiri terjadi bisa sampai 30 meter di atas permukaan laut bahkan sampai ratusan meter. Kerena energi tsunami ada di dasar laut biasanya tidak terdeteksi dari awal kecuali dengan alat bantu.

Karena fenomena ini sendiri ketika di laut dalam tidaklah tinggi tapi dengan kecepatan tinggi. Bahkan  tsunami terbesar di dunia kecepatan energinya bisa mencapai 800km / jam. Tetapi ketika mencapai laut dangkal kecepatan menurun tapi ketinggian gelombang naik tinggi dan menerjang apapun.

Beberapa Sejarah Tsunami Dunia

Untuk melihat tsunami terbesar di dunia mungkin kita harus kembali sekitar 66 juta tahun silam. Waktu itu terjadilah stunami terbesar di dunia atau bisa disebut megatsunami. Yang disebabkan oleh meteorid sebesar gunung Everest jatuh di laut semenanjung Yukatan yang menimbulkan gelombang setinggi 1,6 kilometer melenyapkan peradaban dinosaurus waktu itu.

Kemudian terjadi lagi tsunami terbesar di dunia di tahun 1958 di Lutuya bay, Alaska yang mencapai ketinggian 524 meter diatas permukaan laut sehingga menyapu rata sekitarnya. Sebenarnya megatsunami sendiri menyapu lokal sekitaran pantai berbeda dengan tsunami pada umumnya meskipun ketinggian tidak sampai ratusan meter tapi bisa menyapu daratan ratusan meter.

Penyebab Tsunami

Tsunami sendiri terjadi biasanya bukan hanya sekali bahkan berkali-kali ada yang sampai durasi berkas-jam. Tsunami di bumi maupun tsunami lainnya ternyata 70% tercipta karena adanya gempa di bawah laut, seperti contohnya saat tahun 2014 waktu itu terjadi di Indonesia. Khusunya Aceh yang sampai menewaskan lebih dari 200 ribu korban jiwa se Asia Tenggara.

Selain itu tsunami di dunia juga sekitar 25% terjadi karena adanya kejadian longsor bawah laut. Atau bisa juga longsor di danau dan bendungan seperti waktu tahun 1963 di Italiya yang melupakan danau di sana. Atau megatsunami waktu tahun 1980 di Amerika Serikat.

Sekitar 5% tsunami di dunia terjadinya karena adanya letusan gunung berapi di bawah laut. Siapa sangka ternyata letusan gunung berapi di bawah laut daya ledakan nya lebih besar daripada letusan gunung berapi di daratan.

Contoh tsunami terbesar di dunia akibat letusan gunung berapi terjadi di Indonesia. Tepatnya di tahun 1883 yaitu tsunami akibat ledakan gunung krakatau yang tingginya mencapai 40 meter. Yang mana waktu terjadi bencana ini sampai merubah iklim di muka bumi.

Beberapa tsunami terbesar di dunia juga terjadi karena adanya benda beda yang jatuh menghantam lautan luas, seperti jatuhnya meteorid atau jatuhnya bongkahan es besar ke dalam lautan. Bahkan pernah menjadi tsunami terbesar sepanjang sejarah akibat jatuhnya meteorid. Dan membinasakan populasi dinosaurus di seluruh permukaan bumi kita ini.

Tsunami di Laut Asia Pasifik

Apa itu Tsunami?

Menurut penelitian sendiri ternyata tsunami terbesar di bumi 80% nya terjadi di Laut Asia Pasifik atau sering disebut cincin api. Kerena sepanjang Laut Asia Pasifik ini terdapat gunung berapi aktif di dunia bagaikan membentuk cincin yang memiliki gunung berapi yang sangat banyak.

Termasuk gunung Fuji di Jepang gunung Krakatau di Indonesia dan gunung berapi lainnya yang terbentang di sepanjang Asia Pasifik. Oleh sebab itu tidak bisa dipungkiri bahwa di Indonesia sendiri pernah terjadi tsunami terbesar di dunia. Termasuk tsunami di Aceh dan Tsunami akibat gunung Krakatau.

Sebenarnya di dalam cincin api ini 90% tsunaminya akibat gempa bawah laut akibat pergerakan lempengan bumi yang terus bertabrakan. Pernah terjadi tsunami terbesar di dunia akibat gempa bumi 9,5 SR berdurasi lebih dari 10 menit waktu itu di Valdivia 22 mei 1960 silam.

Umat manusia sampai berusaha bagaimana bisa mencegah terjadinya tsunami, ada yang dengan cara membuat tembok besar di pinggir lautan atau ada yang membuat pemecah ombak termasuk membuat terusan air laut. Tapi semua hasilnya tidak maksimal.

Seperti yang telah terjadi di Jepang waktu itu segala cara telah dilakukan untuk mencegah tsunami terjadi. Tetapi ketika bencana tsunami betul-betul datang maka tetaplah terjadi kehancuran bahkan waktu itu tempat penelitian nuklir di sana di hantam tsunami dan bocor.

Kalau menurut dari penelitian tsunami terbesar di dunia masih diprediksi sangat kecil terjadi lagi terutama akibat hantaman benda angkasa. Tetapi kita tidak boleh meremehkannya akan terjadi n tsunami terbesar di dunia lagi.

Tsunami terbesar di dunia pun terkadang tidak bisa diprediksi terhadinya. Karena tsunami ini terjadi secara tiba-tiba. Bahkan ketika ada energi bawah laut bereaksi besar kapal diatasnya pun tidak merasakan nya. Hanya tau-tau ada gelombang besar di pinggir pantai.

Menyikapi Dasyatnya Kekuatan Alam

Saat kekuatan alam terlalu dasyat terjadi maka akan sulit dihentikan yang paling aman adalah menghindarinya. Akhirnya terciptalah sirine penkamu akan terjadinya tsunami di pinggir pantai sebagai penkamu agar orang-orang di sekitar pantai mencari perlindungan.

Bila memang mendengar sirine penkamu akan tsunami maka segera saja mencari tempat perlindungan tertinggi yang paling dekat. Tidak usah lari menjauh karena aman sia-sia, sebab kecepatan tsunami sangatlah dasyat. Termasuk jangan berlindung dalam mobil karena malah menjebak diri sendiri.

Ketika gelombang pertama pergi jangan beranjak dari tempat perlindungan biasanya tsunami tidak hanya datang sekali saja. Termasuk bila sedang berada di lautan melihat ada tsunami terjadi segera menjauh dari pantai. Itulah sebagian cara mengantisipasi terjadinya tsunami.

Apalagi sebenarnya semua agama di bumi menceritakan adanya hari akhir. Yang mana pastinya saat itu tiba akan terjadi tsunami terbesar di dunia sepanjang sejarah mengalahkan tsunami terbesar di dunia lainnya. Bahkan ada yang menjelaskan akan adanya tsunami api atau badai api yang menyapu seluruh muka bumi ini.

Maka dari itu kita tidak tahu kapan terjadinya tsunami terbesar di bumi lagi. Bukannya berdo’a jelek tapi sekedar sebagai persiapan kita. Sekian ulasan dari kami tentang tsunami terbesar di bumi ini, semoga kita semua terhindar dari segala bencana. Aamiin