Apa Itu Badai, Fenomena Alam Indah Tapi Menakutkan

Badai Terbesar Di Dunia

Dari awal mula dunia diciptakan, telah terjadi bencana alam yang terus silih berganti. Bencana tersebut beragam wujud nya dari wabah penyakit, tsunami, gunung meletus, termasuk gempa bumi bahkan sampai badai yang menerjang. Sejarah pun telah mencatat badai terbesar di dunia yang telah dialami umat manusia.

Di dunia ini ketika kekuatan alam masih kecil atau sesuai porsinya maka akan bermanfaat untuk ke kelangsungan hidup semua makhluk, seperti contohnya air hujan, bila masih dalam batas normal justru menjadi manfaat bagi semua makhluk, tapi ketika berlebih maka akan menjadi bencana yang besar. Bisa terjadi banjir, tanah longsor, waduk meluap dan lain sebagainya.

Begitu pula angin, ketika masih dalam batas normal maka akan bermanfaat, bisa untuk penyerbukan tanaman, membantu kapal layar, membantu dalam penerbangan dan masih banyak lagi. Tetapi ketika angin tersebut bertiup berlebihan maka akan menimbulkan bencana badai.

Dalam sejarah umat manusia bencana badai terbesar di dunia telah terjadi beberapa kali. Kebanyakan badai terbesar di dunia yang telah terjadi menimbulkan kerusakan dan kerugian yang besar, mengingat kekuatan dari angin jangkauannya sangatlah luas bila dibandingkan dengan kekuatan alam yang lainnya.

Meskipun tidak menutup kemungkinan kekuatan alam lainnya pun juga menimbulkan kerusakan dan kerugian yang besar pula. Semua bencana itu meskipun seperti apa saja bentuknya pastinya kita tidak akan pernah mau meminta, bahkan meminta perlindungan dari semua marabahaya.

Pengertian Badai

Badai, Fenomena Alam Indah Tapi Menakutkan

Badai adalah sebuah fenomena alam berupa cuaca buruk terutama berupa hembusan angin yang kencang dan biasanya disertai hujan lebat dan kilatan petir.

Badai sendiri menurut para meteorologi terbentuk dari lautan yang hangat yaitu samudra Pasifik, samudra Atlantik dan samudra Hindia.

Fenomena alam ini pernah terjadi bermacam-macam bentuknya.

Ada badai angin kencang, badai petir, badai pasir, badai salju bahkan pernah terjadi badai api karena badai yang bercampur suhu sangat panas. Semua badai tersebut berpotensi sangat merusak apa yang dilewatinya.

Terbentuknya badai karena disebabkan naiknya suhu permukaan air laut, kemudian angin akan berputar sangat cepat bergerak mengelilingi pusatnya.

Selain itu tekanan udara sangat rendah dan disertai angin yang berhembus sangat kencang bisa sampai 200 Km/jam. Sehingga perubahan atmosfer ini menyebabkan petir dan juga badai.

Badai juga sering disebut sebagai siklon tropis, karena timbul di daerah tropis maupun subtropis. Siklon tropis ini bisa berbahaya bisa juga tidak berbahaya.

Untuk siklon tropis terendah disebut juga depresi tropis biasa angin bertiup 39 mil/jam. Untuk di daratan angin iki tidak berbahaya berbeda untuk di lautan bisa berbahaya, karena bisa membalikkan kapal.

Untuk daerah barat laut pasifik biasa menyebut siklon tropis ini sebagai angin topan adapun daerah utara atlantik maupun timur laut pasifik menyebut sebagai Hurikan.

Keduanya antara hurikan dan angin topan sebenarnya sama hanya beda penamaan saja. Berhembus dengan kecepatan 75 mil/jam.

Pebedaan Hurikan dan Puting Beliung

Badai, Fenomena Alam Indah Tapi Menakutkan

Bencana badai terbesar di dunia sendiri bisa disebabkan karena siklon tropis ini maupun puting beliung.

Adapun perbedaan antara siklon tropis dan puting beliung yaitu bila hurikan hanya terbentuk dari samudra tropis sedangkan puting beliung bisa terbentuk di mana saja.

Karena angin puting beliung sendiri bukan penyebab cuaca buruk tetapi angin puting beliung timbul karena energi yang ditimbulkan cuaca buruk saat badai petir.

Dari segi kecepatan angin puting beliung bisa mencapai 100 sampai 300 mil / jam. Tetapi cenderung terjadi di lokal dengan durasi hanya sekitar 1 jam. Diameternya sendiri yang terbesar hanya 2 km saja.

Berbeda dengan hurikan yang berdiameter sangat besar sampai 1000 mil dengan durasi sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu.

Biasanya puting beliung juga timbul akibat efek dari hurikan itu sendiri. Kedua jenis angin inilah yang biasanya menyebabkan badai terbesar di dunia terjadi.

Menurut layanan cuaca nasional hurikan sendiri digolongkan menjadi 5 kategori:

  • Hurikan yang kecil dengan kecepatan 94 mil/jam dimana saat ini terjadi bisa dibilang masih aman dan masih bisa diatasi.
  • Hurikan yang sedang dengan 109 km/jam, dengan kecepatan ini biasanya bisa menumbangkan pepohonan, tapi masih terbilang aman bila di dalam rumah yang tidak dekat pohon besar.
  • Hurikan yang menengah dengan kecepatan 129 mil/jam disertai hujan besar dan petir, dengan kecepatan angin tersebut bila kita di dalam ruangan maka akan terasa seperti tertabrak mobil balap. Saat inilah disarankan berlindung di bangunan yang lebih kokoh.
  • Hurikan besar dengan kecepatan 152 mil/jam, saat inilah bisa disebut pula badai terbesar di dunia, untuk yang terkuat pernah terjadi di barat Afrika dari Agustus sampai September 2018 yaitu hurikan Florance.
  • Badai super besar / topan besar, dengan kecepatan mencapai 190mil/jam. Badai terbesar di dunia untuk jenis ini pernah terjadi di daerah Caribean yaitu Badai Allen terjadi buka Juli sampai Agustus tahun 1980.
  • Itulah beberapa jenis hurikan yang telah digolongkan oleh para ahli meteorologi, di bumi kita ini sudah pernah berulang kali terjadi badai terbesar di dunia, dari yang menyebabkan kerusakan ratusan dollar sampai milyaran dollar. Bahkan ada yang menyebabkan ribuan korban jiwa.

Badai Terbesar di Dunia yang Pernah Terjadi

Badai, Fenomena Alam Indah Tapi Menakutkan

Contoh beberapa badai terbesar di dunia yang pernah terjadi adalah badai Harvey yang melanda texas tahun 2017 kemarin, ada badai Katrina yang melanda wilayah tenggara Amerika Serikat; Louisiana, Mississippi, Alabama, Florida, dan Georgia. yang awalnya dikategorikan hurikan 3 tetapi ketika telah mencapai daratan menjadi kategori lima bahkan sampai merenggut 1800 korban jiwa.

Ada lagi badai terbesar di dunia lainnya yaitu badai Sandy yang memiliki diameter paling besar sepanjang sejarah yaitu 1,100 mil/ 1800 Km terjadi Karibia, Amerika Serikat, Mid Atlantik dan timur laut yang sampai menyebabkan kerugian 20 Miliar USD sampai 25 Miliar USD. Dan masih banyak lagi contoh badai terbesar di dunia lainnya.

Kalau kita lihat setiap badai yang terjadi di dunia biasanya memiliki namanya masing-masing, bahkan rata-rata menggunakan nama orang.

Ini bukan merupakan candaan atau apapun melainkan menjadi sebuah tanda atau sebagai pembeda antara satu badai dengan badai lainnya. Karena badai sendiri bisa terjadi secara bersamaan.

Siklon tropis atau penyebab badai terbesar di dunia ini biasanya terjadi pada saat musim tertentu, dan terjadi lebih dari sekali bahkan bisa berubah-ubah arahnya.

Makanya oleh para ahli meteorologi dunia badai tersebut diberi nama agar bisa membedakan.

Untuk kita sendiri orang Indonesia sebagai wilayah yang dilewati iklim tropis juga pastinya pernah merasakan angin kencang atau lebih dikenal dengan angin puting beliung meskipun mungkin selama ini, badai yang terjadi di Indonesia tidak seextrem di luar negeri.

Tapi kita perlu selalu berdo’a dan  waspada akan terjadinya bencana tersebut, selain itu kita supaya lebih giat mempelajari cara-cara menghadapi bencana apapun, apalagi negara kita memiliki segala potensi bencana dari gempa, tsunami, badai, tanah longsor, gunung meletus dan lain-lain.

Makanya ketika kekuatan alam telah menampakkan wujudnya hal yang terbaik adalah menghindarinya dengan sikap yang benar, agar potensi selamat lebih besar. Sekian dari kami semoga bisa bermanfaat, dan menambah wawasan. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Menarik Lainnya
Total
2
Share